Kita Selesai Ya?
Rp 100.000
Penulis: M. Halim Aufi Fillah
Editor: Zainullah
Ukuran: Hal 120, Uk: 14,82 x 20,99 cm
Editor: Zainullah
Ukuran: Hal 120, Uk: 14,82 x 20,99 cm
KITA SELESAI YA?
Aku selalu percaya bahwa rasa nyaman tidak pernah bersalah. Semuanya bermula di suatu sore yang basah, pada pertemuan sederhana yang tak pernah direncanakan semesta. Ia hadir membawa tenang yang sudah lama tak kutemukan. Kami tertawa bersama, berbagi diam yang tak canggung, dan perlahan saling menggenggam meski terpisahkan jarak dan lelahnya waktu.
Namun, aku lupa satu hal: kenyamanan belum tentu berarti memilih. Ketika hati sudah terlanjur menetap, ia justru datang membawa akhir, menyisakan tanya tentang dua hati di waktu yang sama, dan sebuah kalimat penutup yang meruntuhkan segalanya: "Sebaiknya kita selesai di sini."
Jika pada akhirnya kita hanya berjalan menuju perpisahan, lalu untuk apa Tuhan menitipkan rasa sedalam ini?
Aku selalu percaya bahwa rasa nyaman tidak pernah bersalah. Semuanya bermula di suatu sore yang basah, pada pertemuan sederhana yang tak pernah direncanakan semesta. Ia hadir membawa tenang yang sudah lama tak kutemukan. Kami tertawa bersama, berbagi diam yang tak canggung, dan perlahan saling menggenggam meski terpisahkan jarak dan lelahnya waktu.
Namun, aku lupa satu hal: kenyamanan belum tentu berarti memilih. Ketika hati sudah terlanjur menetap, ia justru datang membawa akhir, menyisakan tanya tentang dua hati di waktu yang sama, dan sebuah kalimat penutup yang meruntuhkan segalanya: "Sebaiknya kita selesai di sini."
Jika pada akhirnya kita hanya berjalan menuju perpisahan, lalu untuk apa Tuhan menitipkan rasa sedalam ini?
Diskusi